Mengenal Bakat Diri


Manusia merupakan makhluk yang menarik. Artinya bahwa tiap individu memiliki potensi yang berbeda satu sama lain. Jelas bahwa manusia adalah makhluk sosial. Dengan saling kebergantungan inilah kita membutuhkan bantuan orang lain atau orang lain yang membutuhkan kita. Pada intinya sudah siapkah kita apabila kita sewktu-waktu dibutuhkan bantuan oleh orang lain.

Bekerja secara tidak langsung adalah implementasi dari keterampilan yang dimiliki seseorang. Alangkah nyamannya apabila kita bekerja sesuai dengan bakat yang kita miliki. Ibarat burung yang mampu terbang bebas atau ikan yang berenang dengan cekatnya mengikuti arus air. Setiap orang sudah memiliki bakat masing-masing, tinggal bagaimanakah kita mampu menggali bakat tersebut.

Ketika masih anak-anak atau remaja mungkin kita masih kesulitan mengetahui bakat apa yg dimiliki. Bakat tentu berbeda dengan kecerdasan, yaitu lebih menunjukkan keterampilan yang dimiliki seseorang. Sedangkan kecerdasan berkaitan dengan kemampuan berfikir. Seseorang dikatakan berbakat apabila mampu menguasai suatu bidang tanpa mengeluarkan usaha yang keras. Misalkan seseorang memiliki bakat menggambar, dia akan mampu mengenal warna dengan baik, mampu memahami komposisi warna yang dibuat dengan bagus dan menarik.

    Untuk mengetahui bakat yang ada pada diri, bisa kita lihat salah satunya yaitu seseorang mampu belajar dengan cepat mengusai suatu bidang tertentu. Ciri yang lain yaitu terlihat dari bawaan masa kecil. Jadi kebiasaan yang terbiasa dilakukan dari kecil yang memberikan kepuasan terhadap hasil pengerjaan. Kepuasan di sini seringkali tidak hanya terlihat secara fisik, tapi juga kepuasan batin. Misalkan dia selalu merasa puas apabila mampu menyelesaikan soal sampai dengan tuntas.

    Pendidikan yang telah ditempuh baik mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas belum mampu untuk menggali bakat yang dimiliki seseorang. Kenapa? Karena apa yang dipelajari bersifat umum tidak menjurus terhadap bakat yang dimaksud. Yang dipelajari anak satu dengan yang lain sama, misalkan matematika, bahasa, ipa dan lain sebagainya. Pendidikan wajib selama dua belas tahun hanya untuk men-standartkan lulusan dengan materi-materi secara umum tadi.

    Adanya SMK tentu memberikan wadah bagi anak atau siswa untuk menggali potensi dalam dirinya sehingga mudah untuk mengembangkan sesuai bakat yang dimiliki. Tentu berbeda dengan SMA, sekolah kejuruan lebih fokus mengajarkan keterampilan sesuai dengan bidangnya. Anak yang minat dengan otomotif misalnya, dapat mengambil jurusan otomotif. Nah, disinilah sisi positifnya, bakat anak dapat tergali dengan pembelajaran dan fasilitas menunjang yang sesuai dengan bakatnya tersebut. Tentu tujuan akhir adalah lulusan SMK adalah menjadi manusia yang terampil dan siap bekerja di lapangan sesua dengan keterampilan yang dimiliki.

    Kesuksesan seseorang tidak ditentukan dengan tingginya pendidikan yang ditempuh. Semangat dan kerja keras itulah jiwa yang dibutuhkan untuk meraih hal tersebut. Sukses bukan berarti memiliki banyak uang atau materi, tetapi juga kepuasan batin atas berhasilnya usaha yang telah kita raih. Hasil yang diraih tentu melewati proses yang tidak mudah. Satu kata bijak, ‘kesulitan akan timbul dari pekerja yang tidak berfikir atau dari pemikir yang tidak bekerja.

Penulis:

SUSILO AJI, S.Pd.

Guru SMK Pemkab Ponorogo

Kritik dan Saran

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s