Sejarah Kelurahan Nologaten


Kelurahan ini yang mengawali (cikal bakal) adalah Kyai Nologati berasal dari Kartosuro. Beliau termasuk pengikutnya Sinuwun Paku Buwono II yang tidak ikut ke Kartosuro karena ingin menetap di Ponorogo. Kyai Nologati bertempat tinggal di timur Pasar Legi hingga meninggal dan dimakamkan di timurnya pasar, utaranya kantor Bhakti. Kemudian desanya dinamakan Nologaten yang artinya tempatnya Nologati.

    Sebelumnya Kelurahan Nologaten terbagi menjadi 3 dusun, yaitu:

  1. Dusun Krajan

    Utaranya Jl. Hayam Wuruk (sekarang Jl. KH. Ahmad Dahlan). Mulai dari Pasar Legi (sekarang Pasar Songgo Langit) ke timur hingga Bunderan, lalu ke utara. Utaranya Bunderan ada Gerdhu yang sangat angker/wingit dinamakan Gerdhu Mayit sebab di sana tempat peristirahatannya mayat yang akan di bawa ke rumah sakit. Rumah sakit pada zaman dahulu berada di Gedung Pembatik kemudian pada tahun 1918 pindah di Keniten. Gerdhu itu dibuat pada zaman Bupati Marto Hadinagoro tahun 1837 – 1984, kemudian dipugar pada zaman Bupati Sumadi tahun 1979 – 1984.

  2. Dusun Durisawo

    Yang mengawali adalah Kyai Tosawo. Kyai Tosawo dan kyai-kyai di bawahnya merupakan ahli tasawuf dan ahli tarikoh. Santrinya tidak hanya pemuda-pemuda saja tetapi banyak juga dari orang tua sekitar Durisawo, Nologaten sebelah utara.

  3. Dusun Bedreg

    Dinamakan Bedreg sebab di sana banyak pohon bedreg. Zaman Bupati Lider 1856 – 1882 di Bedreg merupakan tempat pacuan kuda yang pesertanya dari seluruh lurah atau diwakilkan pada warga desa tersebut. Pacuan kuda tersebut memperebutkan hadiah sapi dan peralatan untuk pengerjaan sawah(garu, luku, pacul dsb.)

    Pada zaman Bupati Dasuki tahun 1960 – 1967 mengawali pembuatan stadion. Tempatnya sudah diratakan dengan traktor, dalam pembuatan itu ada korban murid SD kelas IV tergilas oleh stoomwals. Kemudian rencana membuat stadion dihentikan. Pembangunan diteruskan oleh Bupati Sumadi hingga selesai dan diresmikan pada tanggal 20 Mei 1976 dengan nama stadion Bathoro Katong.

    Pada zaman Bupati Drs. Soebarkah Putro Hadiwiryo (1984 – 1989) mendirikan kolam renang di sebelah timur stadion yang dinamakan Tirto Suromenggolo. Di depannya dibangun tempat menyimpan air yang berbentuk seperti sumur dengan tinggi sekitar 20m dan terbuat dari beton. Ini dinamakan bak raksasa untuk melayani air minum wilayah kota Ponorogo.

(Disadur dari babad Kandha Wahana oleh R.Purwowijoyo)

    Nama-nama Lurah yang pernah memimpin pemerintahan di Kelurahan Nologaten adalah:

  1. …..
  2. …..
  3. Rejomunawi
  4. Sastro Suwarno
  5. Kusnu Subroto, SH.
  6. Samuri
  7. Imam Basori, S.Sos, MM.
  8. Yusub Dharmadi J, S.STP.
  9. Bukan aku jelase (hehe..) :p

untuk lebih jelas tentang Kelurahan Nologaten silahkan kunjungi di sini

2 responses to “Sejarah Kelurahan Nologaten

Kritik dan Saran

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s