MENGAPA DAGING BABI DIHARAMKAN DALAM ISLAM?


Sudah lama kita mengetahui bahwa daging babi itu diharamkan dalam agama Islam. Sebenarnya mengapakah daging babi itu diharamkan? Berikut sedikit diuraikan kenapa daging babi diharamkan dalam islam.

1. Yang Pertama

Islam sangat menghargai metode dalam penyembelihan hewan. Seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari  membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh. Hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.

Jika organ vitalnya rusak misalnya jantung, hati, atau otak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun.

Uric acid (asam urat), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Nah, ternyata, dalam hal ini tidak banyak yang tahu jika babi sebenarnya tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi  alamiahnya. Apabila memang babi layak  dikonsumsi oleh manusia, tentu Allah swt akan merancang hewan ini  dengan memiliki leher.

2. Yang kedua

Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya. Ia memakan sampah, busuk-busukan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar & dalam waktu lama.

3. Yang Ketiga

Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit, seperti : Virus Encephalitis, Virus Ebola, Virus H5N1, cacing pita, dll.

Daging babi adalah tempat persinggahan bagi beberapa jenis cacing yang berbahaya. Larva & cyste cacing pita babi dapat bermigrasi ke tubuh manusia melalui usus & peredaran darah. Apabila manusia memakan daging babi yg tidak dimasak dgn baik, maka larva-larva cacing akan masuk, menempel pada dinding, dan berkembang biak di usus manusia. Cacing-cacing tersebut akan menyedot sari-sari makanan. Akibatnya : anemia (kurang darah), gangguan pencernaan, diare, histeria, mudah kaget, dan lain-lain.

Dari sedikit ulasan di atas bisa kita ambil kesimpulan mengapa daging babi diharamkan? Daging babi tidak banyak memberi manfaat bagi kita tetapi malah memberikan banyak penyakit yang sangat berbahaya bagi tubuh kita.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu)
yang disembelih untuk berhala. (QS. Al-Maidah (5) : 3)

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang islam. Maha suci Allah dengan segala firmanNya.

(dari berbagai sumber)

4 responses to “MENGAPA DAGING BABI DIHARAMKAN DALAM ISLAM?

Kritik dan Saran

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s